Pages

SPONSOR

Followers

sponsor

Tuesday, May 7, 2013

Para Gadis yang Melelong Aset Berharganya

Alina-PerceaKeperawanan adalah aset paling berharga seorang wanita. Bahkan saking berharganya, tak boleh dihargai dengan intan permata paling mahal sekalipun

. Namun rupanya wanita-wanita ini rela menghargai keperawanan mereka dengan harga yang sepertinya masih belum cukup untuk menilai sebuah keperawanan.
Tampaknya kejadian aneh seputar fenomena jual keperawanan kian tahun kian marak. Alasan menjual keperawanan beragam, mulai dari demi kemanusiaan dan menolong orang-orang miskin, mengubati ibu, hingga biaya pendidikan.Respon yang datang atas tindakan inipun beragam, ada yang mencaci, dan ada yang salut kerana tindakan berani dan pengorbanan mereka. Well, kami tak ingin menghakimi apakah tindakan mereka benar atau salah. Tetapi kami telah mengumpulkan beberapa informasi, inilah 5 wanita yang membenarkan tindakan tersebut dan mengatasnamakan kemanusiaan saat menjual keperawanannya.

Rosie Reid

Di tahun 2004, Rosie Reid yang saat itu berusia 18 tahun menjual keperawanannya pada penawar termahal.
Gadis asal London ini akhirnya menjatuhkan pilihannya pada seorang duda berusia 44 tahun, yang saat itu menawar dirinya Kabarnya, ini adalah saat pertama Rosie dekat dengan seorang lelaki. Sebenarnya, ia telah memiliki seorang kekasih, namun sama-sama wanita.
Saat Rosie menyerahkan keperawanannya, kekasih wanitanya menangis tak henti dan menunggu di depan kamar hotel Rosie.
Graciela Yataco

Graciela Yataco menjual keperawanannya di tahun 2005. Saat itu usianya menginjak 18 tahun, dan gadis asal Peru ini harus menjual keperawanannya demi membayar tagihan kesihatan ibunya, serta membiayai adik laki-lakinya.Kesulitan kewangan memaksanya untuk melakukan hal ini. Dan tanpa diduga, seorang penawar rela membayar semalam bersama Graciela .h.
Alina Percea

Tahun 2009, seorang gadis berusia 18 tahun, berasal dari Rumania menawarkan keperawanannya untuk melanjutkan kuliahnya. Ia menerima wang  dari seorang lelaki Itali untuk keperawanannya tersebut.
Dan, lelaki berusia 45 tahun ini juga memberikan bonus berlibur ke Venice bersamanya. Menikmati momen-momen layaknya sebuah bulan madu.
Namun, Alina tak begitu saja mendapatkan perlakuan manja ini. Ia harus melewati dua kali tes kesehatan untuk membuktikan bahwa dirinya benar-benar masih perawan.
Unigirl

Tahun 2010, seorang siswa miskin asal New Zealand memperkenalkan diri dengan nama Unigirl. Di sebuah website, ia menawarkan keperawanannya untuk ditukar dengan wang agar ia boleh membayar wang kuliahnya.
Setelah menerima 1.200 penawar dengan penawaran tinggi.
Alhasil, Unigirl harus rela mengambil penawaran tertinggi yang diberikan. Yang penting biaya kuliahnya sudah terbayar dan tercukupi.
Catarina Migliorini

Baru-baru ini, seorang mahasiswi asal Brazil menjual keperawanannya secara online.
Akhirnya, setelah menunggu penawaran tertinggi, muncullah nama lelaki Jepun bernama Natsu yang berhasil memenangkan penawaran akan keperawanan Catarina.
Gadis berusia 20 tahun ini, bersumpah bahwa ia melakukannya atas nama kemanusiaan. Ia tidak sedang menjalankan bisnis prostitusi, dan semua wang yang diterimanya akan diberikan sebagai sumbangan untuk membantu warga miskin di kota asalnya.
Pun demikian, tingkah Catarina ini menimbulkan banyak kontroversi dari berbagai pihak. Terutama, saat para kru film Australia membuat film dokumenter tentang dirinya dengan judul Virgins Wanted.

Sumber

No comments:

Post a Comment

ShareThis