Pages

SPONSOR

Followers

sponsor

Friday, December 14, 2012

Penemuan Bakso DAGING BABI HUTAN di Jakarta!


Kecoh!
Penemuan bakso daging babi hutan atau daging celeng yang dijual di Pasar Cipete, Jakarta Selatan baru-baru ini membuatkan hampir 3.5 juta penjual bakso di republik itu resah.
“Di seluruh Indonesia, ada 3.5 juta penjual bakso. Kami menjualnya dengan benar dan halal.
” Perkara sebegini dirosakkan seorang dua mereka yang tidak bertanggung seperti ini!,” kata papar Ketua Umum Persatuan Pedagang Mie dan Bakso Indonesia (Apmiso) Trisetyo Budiman seperti yang dipetik daripada akhbar Kompas!
Tri yang juga pemilik restoran Bakso Ino ini berkata, untuk membuat bakso, diperlukan berbagai macam bumbu dan bahan campuran.
Daging lembu tetap menjadi bahan utama dalam penyediannya.
Untuk meringankan beban penjual, bakso dibuat dari daging lembu segar dan daging lembu beku import.
“Kerajaan Indonesia memang telah membantu dengan menyediakan kuota daging lembu beku dengan harga cukup murah untuk penjual bakso. Namun, ketika ini daging segar harganya terlalu tinggi, kerajaan harusnya  bertindak sesuatu demi rakyatnya,” tegas Trisetyo.
BACA: Afdlin Tak Kecil Hati Dengan Abby

SEMENTARA itu, Persatuan Pedagang Daging Indonesia (APDI) berkata,  bakso babi yang ditemui di pasar Cipete, Jakarta Selatan menggunakan daging babi hutan (celeng) yang harganya lebih murah dari babi ternak.
Ia dijelaskan Ketua Umum APDI Asnawi kepada detikFinance.
Asnawi memberitahu, daging babi yang terdapat di dalam bakso tersebut merupakan daging babi hutan (celeng) yang harganya lebih murah dibanding harga babi ternak.
Hal itu dilakukan peniaga bakso akibat dari melambungnya harga bakso daging ternak.
Katanya, babi hutan mudah didapatkan di hutan-hutan di wilayah Kalimantan, Sumatera, dan Lampung.
Harga daging babi hutan (celeng) jauh lebih murah iaitu Rp 35 ribu-Rp 45 ribu per kg, daripada daging sapi yang mencapai Rp 95 ribu-Rp 100 ribu per kg.
“Mungkin kalau daging babi ternak memang mahal. Tapi, itu kan pakainya babi hutan (celeng) yang banyak terdapat di hutan dan harganya murah. Jadi, mereka itu berburu celeng,”
Sumber

No comments:

Post a Comment

ShareThis